Wednesday, September 8, 2010

MAKANAN - Selamat Tinggal Makanan Enak


“What you are, is what you eat”.  Pepatah ini cukup tepat mencerminkan gaya hidup masa kini. Tak heran jika semakin banyak orang melakukan diet super ketat karena merasa tubuhnya semakin melebar. Jika Anda termasuk golongan seperti ini, beberapa tips berikut layak disimak.
  1. Lemak.
klikdokter.com
Pola makan atlet binaraga, tentu berbeda dengan orang biasa. Anda tentu tak perlu susah payak mengikuti secara persis pola makan mereka. Yang penting, Anda dapat mengetahui rahasianya.
Contoh paling mudah adalah dengan menghindari makanan yang sarat lemak seperti, minyak, mentega, dan santan. Makanan tersebut memang nikmat, tetapi sudah siapkah Anda memiliki tubuh yang lebar dan menggelambir? Solusinya, Anda dapat memenuhi asupan lemak melalui lemak alami, seperti kacang-kacangan yang mengandung lemak nabati.

  1. Pengawet.
infoinfomenarik.co.cc
Hal lain yang perlu diingat adalah bahwa Anda bukan mumi. Jadi, jauhilah makanan-makanan yang mengandung pengawet. Sebab, jika tubuh dalam jangka waktu yang lama diasupi bahan pengawet, risiko kanker dapat mendera. Menghindari makanan berpengawet memang agak sulit, tetapi jika terpaksa harus membeli makanan dalam kemasan, coba Anda pilih produk yang bertuliskan “tanpa pengawet”.





  1. Pewarna.
cuek.wordpress.com
Selain itu, sebaiknya Anda juga mengubah hobi makan sembarangan yang berwarna cerah. Contohnya, makan permen kapas murah yang berwarna-warni. Hati-hati, bisa-bisa jadi makanan tersebut mengandung xat pewarna yang berbahaya bagi tubuh.
Jika Anda benar-benar ingin mencicipi makanan berwarna, sebaiknya pilih makanan yang bepewarna alami seperti warna merah dari buah stroberi, warna hijau daru daun, atau warna cokelat dari bubuk cokelat.


  1. Penyedap.
jembatankesehatan.com
Lidah orang Indonesia memang menyukai masakan yang sedap. Namun, sebaiknya Anda berhati-hati jika termasuk yang hobi mengonsumsi makanan yang sedap-sedap. Penyedap makanan atau dikenal juga dengan MSG memang akan memanjakan lidah, tetapi lama-kelamaan dapat menganggu kesehatan. Jika memungkinkan, sebaiknya Anda menghindari si nikmat ini.
Makanan di atas memang termasuk yang enak-enak. Tak perlu berkecil hati, Anda dapat tetap menikmati makanan enak, kok. Sebab, di dunia ini tentu masih banyak makanan enak dan sehat.



Kompas Klasika, Senin 12 Juli 2010

Sunday, August 29, 2010

Si "tamu bandel" di Tenggorokan


Radang amandel. Ya, penyakit satu ini kerap mengintai setiap orang, terlebih saat usia anak-anak. Dari usia balita hingga remaja, anak-anak masih rentan menderita radang tonsil atau radang amandel.
            Sebenarnya, amandel ini berupa benda bilat yang berada di belakang kiri dan kanan tenggorokan. Ia bermanfaat sebagai pendukun sistem pertahanan  tubuh. Pasalnya amandel mempunyai sel khusus yang mampu menangkap serta membunuh bakteri dan virus yang masuk ke dalam mulut atau tenggorokan.
            Nah, lantas radang terjadi karena adanya infeksi di dalam tenggorokan yang membuat pembengkakan amandel. Penyebabnya boleh jadi karena virus dan bakteri. Di samping itu, radang juga dipicu oleh daya tahan tubuh yang lemah, paparan plusi lingkungan, makanan, hingga gejala lanjutan dari pilek.
            Anda sebagai orang tua dapat mencermati gejala yang dialami anak Anda, yang bisa jadi masuk dalam radang gejala amandel.
            Ciri-cirinya antara lain, anak akan mengalami demam, saat menelan mengalami nyeri di tenggorokan, amandel bengkak dan kemerahan bahkan bisa terdapat bercak putih kekuningan, serta kehilangan nafsu makan.
            Kadang-kadang juga terjadi gejala yang mengiringi seperti pembesaran kelenjar pada leher, muntah, sakit kepala, dan nyeri perut.
            Bila sudah terjadi, sebaiknya Anda menganjurkan putera-puteri tercinta untuk menghindari makanan yang terlalu panas, pedas, dan asam. Serta tidak lupa untuk memeriksakannya ke dokter THT.
            Sayangnya, bagi para penderita radang amandel, kerap mereka menganggap penyakit tersebut sebagai momok menakutkan. Pasalnya, bayangan yang menghantui berupa penanganan dengan tindakan pengangkatan amandel melalui operasi.
            Bahkan ada satu lagi momok yang kerap terjadi, bila amandel diangkat, anak tidak lagi mempunyai sistem pertahanan tubuh,
            Padahal, belum tentu penanganan ini harus memakai operasi. Pasalnya, dokter THT akan melihat seberapa jauh tingkat keparahan yang terjadi serta penyebabnya.
            Baru kemudian tindakan penanganan disesuaikan dengan pemberian obat sesuai diagnosa dokter. Operasi baru dilakukan bila pada situasi tertentu. Misalnya saja karena radang tersebut, membuat si anak kesulitan bernapas, terjadi terus menerus kurang lebih tujuh kali  dalam setahun, dan tidak merespons terhadap pengobatan.
            Ditambah bila tindakan operasi akhirnya harus dijalani, setelah amandel diangkat, pertahanan tubuh secara otomatis akan didukung oleh organ imunitas lainnya di sekitar tenggorokan. Jadi, pertahanan tubuh pun akan selalu terjaga. Anda sebagai orang tua pun tidak perlu cemas dengan penyakit ini yang menimpa si buah hati.

Kompas Klasika/ Minggu, 16 Mei 2010

Tuesday, June 22, 2010

Wirausahawan : Berusaha Menjadi Wirausahawan

Profesi wirausahawan kini mulai menjadi cita-cita banyak orang. Namun, mendapatkan profesi ini tentu tak mudah. Sebab, kebiasaan perilaku semasa belajar pun dapat memengaruhi tingkat kesuksesan di masa depan. Oleh sebab itu, berikut ini adalah beberapa kiat yang dapat diperhatikan.

Pertama. rajin mengikuti organisasi-organisasi semasa sekolah. Menjadi bagian dari sebuah organisasi akan membantu Anda belajar bagaimana membentuk sebuah sistem yang terpadu. Di tempat inilah, Anda dapat belajar bagaimana cara menyusun dan menjalankan sebuah organisasi. Hal ini penting untuk dipelajari, sebab seorang wirausahawan nantinya akan memimpin sebuah usaha atau organisasi.

Kedua, Anda harus memiliki networking atau jaringan yang luas. Menjalin hubungan baik dengan pengajar atau dosen akan membantu Anda mengembangkan karir di masa depan. Selain itu, Anda pun sebaiknya memperluas jaringan teman sebanyak-banyaknya. Sebab, semakin luas jaringan teman yang Anda miliki, semakin luas pula kesempatan untuk membuka usaha.

Ketiga, sebaiknya Anda memiliki pengetahuan dasar mengenai bisnis dan akuntansi. Membangun sebuah usaha tentu memerlukan perhitungan dan konsep yang matang. Selain berbekal ilmu yang dipelajari di kuliah, Anda tentu perlu memahami prinsip-prinsip bisnis dan akuntansi. Sebab, ke depannya Anda harus membuat rencana keuangan yang jelas agar modal dapat kembali dan untung dapat segera diperoleh.

Selain itu, sebaiknya Anda pun menguasai dasar-dasar marketing. Hal ini sangat berguna ketika Anda akan mengenalkan dan memasarkan sebuah usaha yang akan Anda kembangkan.

Keempat, harus memiliki daya kreatif yang tinggi. Sebuah usaha muncul dari sebuah ide yang brilian. Agar ide yang brilian tersebut dapat diolah dengan tepat tentu dibutuhkan tingkat kreativitas yang tinggi. Untuk membuat sebuah usaha yang sukses, prinsip utamanya adalah membuat sesuatu yang lain daripada yang lain. Oleh sebab itu, asah terus kreativitas Anda dengan cara peka terhadap berbagai hal di sekitar.

Kompas Klasika, Jumat 11 Juni 2010

Tuesday, June 8, 2010

Biasakan Selalu Berpikir Positif

Kegagalan dalam kehidupan, entah dalam pekerjaan ataupun percintaan, pasti pernah Anda rasakan. Sering kali kegagalan tersebut membuat Anda putus asa, tidak percaya diri, dan selalu berpikiran negatif. Padahal kegagalan seharusnya menjadi ”cambuk” bagi Anda untuk menjadi lebih baik lagi. Salah satu caranya adalah dengan selalu berpikir positif. Untuk membantu Anda belajar berpikir positif, simaklah hal-hal berikut ini.
Pertama, cobalah abaikan segala macam pikiran negatif Anda dengan pikiran-pikiran yang positif dan bersifat membangun. Contohnya, ubahlah pikiran seperti,”saya tidak bisa melakukan ini”, dengan pikiran positif, ”saya pasti dapat melakukan hal ini dengan baik.”
Kedua, sebelum melakukan sesuatu jangan bayangkan sebuah kegagalan, tapi bayangkanlah keberhasilan yang akan Anda dapat setelah melakukan hal tersebut. Ingat, biasanya apa yang anda bayangkan akan menjafi sugesti tersendiri yang menentukan berhasil atau tidaknya pekerjaan Anda.
Ketiga, bergabunglah dengan orang-orang yang sering berpikiran positif. Pikiran manusia itu ibarat penyakit menular. Jika Anda berada di dekat orang-orang yang pikirannya dipenuhi kebahagiaan dan keoptimisan, secara otomatis Anda akan terpengaruh cara berpikir mereka yang positif juga.
Keempat, sering-seringlah membaca buku yang dapat meningkatkan motivasi Anda. Bacalah buku tersebut di waktu senggang Anda. Lalu, resapilah kalimat per kalimat secara perlahan-lahan. Buku-buku inspiratif tersebut akan membantu Anda berpikir positif.
Kelima, perbaiki cara duduk dan berjalan Anda. Sikap dan tingkat rasa percaya diri seseorang dapat dinilai dari kedua hal tersebut. Biasakan untuk selalu duduk dan berjalan dengan punggung yang tegak. Kebiasaan seperti ini akan membantu meningkatkan rasa percaya diri dan aura positif dalam diri Anda.
Keenam, cobalah untuk tidak memikirkan sesuatu secara berlebihan. Sering kali Anda terjebak karena terlalu banyak berpikir dan menghabiskan banyak waktu untuk menimbang-nimbang apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Padahal belum tentu hal itu benar adanya. Hal ini akan membuat Anda tidak dapat mengeluarkan kemampuan terbaik Anda.
Ketujuh, pilihlah satu hari istimewa dalam seminggu dan jadikanlah hari itu sebagai ”hari berpikir positif”. Bangunlah pada pagi hari dan yakinlah bahwa setiap orang yang Anda temui bermilai istimewa.
Kemudian, perlakukanlah mereka secara positif. Anda akan merasakan bahwa kehidupan ini lebih indah dengan berpikir positif.

Kompas/Klasika/Sabtu, 15 November 2008

Monday, June 7, 2010

Menelepon

Berbicara dengan teman melalui ponsel memang mengasyikan. Apalagi bagi mereka yang hobi menelepon dalam waktu yang lama. Selain menghabiskan kocek Anda, menggunakan ponsel terlalu lama juga dikhawatirkan dapat memengaruhi kesehatan akibat efek radiasi. Berikut adalah beberapa kiat yang dapat Anda lakukan.
Batasi pemakaian ponsel hanya pada panggilan yang penting-penting saja dan bicaralah dengan singkat. Ingatlah bahwa pembicaraan melalui ponsel yang terlalu lama, apalagi sampai berjam-jam, dikhawatirkan mempunyai beberapa dampak buruk terhadap kesehatan. Namun jika Anda memang harus melakukan panggilan yang lama, disarankan untuk memakai handsfree untuk keamanan.
Batasi penggunaan ponsel pada anak-anak. Sebaiknya anak-anak yang masih balita diperbolehkan memakai ponsel dalam keadaan darurat saja. Mengingat mereka masih dalam tahap perkembangan, sebab pengaruh dari radiasi dapat berpengaruh cukup besar terhadap mereka.
Jika Anda menggunakan ponsel tanpa handsfree, tunggulah sampai panggilan benar-benar terkoneksi sebelum menaruh ponsel di telinga untuk melakukan pembicaraan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi radiasi ponsel semaksimal mungkin.
Sebaiknya Anda tidak penggunakan ponsel di ruangan yang tertutup bahan logam atau baja, seperti di dalam mobil. Sebab, dalam ruangan seperti ini, ponsel harus bekerja keras menstabilkan koneksi sehingga radiasi meninggi. Selain itu, ada kemungkinan radiasi memantul kembali ke pengguna di ruangan yang didominasi bahan baja.
Selain itu, sebaiknya Anda hindari menggunakan ponsel ketika kekuatan sinyalnya hanya satu bar (batang) atau kurang. Sebab, dalam kondisi seperti itu, ponsel harus bekerja keras untuk menstabilkan koneksi sehingga radiasi bertambah besar.

Semakin Akrab dengan Memasak

Berkumpul dan bercengkerama dengan sesama anggaota keluarga kini menjadi aktivitas yang kiat sulit dilakukan di kota metropolitan seperti Jakarta. Padatnya aktivitas, baik orang tua dan anak, membuat waktu yang tersisa semakin singkat.
Meski demikian, kumpul bersama harus diupayakan agar hubungan yang akrab dapat terjalin. Ada banyak hal yang dapat dilakukan. Misalnya tempat-tempat wisata yang belum pernah Anda lihat, mencoba menu terbaru dari kafe atau restoran yang baru buka, atau sekadar cuci mata dan berbelanja di pusat pertokoan.
Kebersamaan juga tak harus dilakukan di luar rumah. Pasalnya, banyak juga orangtua yang malas keluar rumah menembus kemacetan jalan di akhir pecan, dan lebih memilih beristirahat di rumah.
Tidak jadi maslah sebenarnya, karena diam di rumah pun bisa jadi menyenangkan, asalkan ada kegiatan yang dapat dilakukan bersama, misalnya dengan menonton film terbaru atau menguji ketangkasan lewat game yang sedang popular akhir-akhir ini.
Ada kegiatan lain yang sebenarnya tidak kalah menarik. Hanya saja banyak diemohi karena dianggap pekerjaan perempuan dan merepotkan, yakni memasak. Mengapa tidak? Anda dapat mencari berbagai resep yang ada di buku-buku masakan atau majalah, mulai dari makanan Asia yang eksotik hingga hidangan Eropa yang anggun. Sekalian mencoba resep, Anda dapat bekerja sama dengan anggota keluarga lainnya. Ada yang mempersiapkan alat masak, ada yang menjerang air, ada yang menyiangi bahan makanan, dan ada yang menata meja. Pokoknya, semua ikut bekerja.
Jika bayangan Anda selama ini, memasak itu identik dengan membuat dapur porak-poranda, sementara celemek Anda akan dipenuhi berbagai noda, Anda bisa jadi keliru. Peralatan masak memasak modern membuat memasak menjadi kegiatan yang menyenangkan. Bahkan, Anda juga dapat menggunakan hanya satu macam peralatan untuk melakukan berbagai macam keperluan memasak, seperti memanaskan , memasak nasi, dan mengukus. Lebih praktis, hemat, dan efisien.
Nah, jangan menganggap untuk mengakrabkan keluarga hanya bisa dilakukan melalui kegiatan rekreasi. Memasak bersama bisa menjadi alternative. Selain menyenangkan, hasil masakannya juga dapat disantap bersama-sama.

Friday, June 4, 2010

Tips Mencegah Bahaya Listrik


Sejak lampu pijar ditemukan Thomas Alfa Edison, dunia semakin terang dan semarak di malam hari. Akhirnya, aneka kegiatan dapat dilakukan di malam hari. Berbagai industri pun berkembang karenanya.

Kegiatan industri di berbagai sektor, rumah sakit, pusat perbelanjaan, sekolah, perkantoran, bahkan rumah tangga sangat tergantung listrik, walaupun dalam kondisi tertentu seperti listrik mati fungsinya bisa dialihkan pada genset.

Teknologi yang semakin berkembang dan merambah hingga ke peralatan rumah tangga, membuat listrik semakin menjadi primadona. Ada AC, kulkas, kompor listrik, oven , fan, penanak nasi listrik, dan lain sebagainya. Memudahkan dan praktis, namun tetap beresiko jika perawatannya diabaikan. Apalagi jika di rumah Anda ada anak usia balita.

Oleh karena itu, agar listrik tetap aman dan nyaman digunakan, ada beberapa tip dari PT PLN yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

  1. Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik.
  2. Gunakan pemutus arus listrik (sekering) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi.
  3. Kabel-kabel listrik yang terpasang di rumah jangan dibiarkan ada yang terkelupas atau dibiarkan terbuka.
  4. Jauhkan sumber-sumber listrik seperti stop kontak, saklar dan kabel-kabel listrik dari jangkauan anak-anak.
  5. Biasakan menggunakan material listrik, seperti kabel, saklar, stop kontak, steker (kontak tusuk) yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia)/ LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan)/ SPLN (Standar PLN).
  6. Pangkaslah pepohonan yang ada di halaman rumah jika sudah mendekati atau menyentuh jaringan listrik.
  7. Hindari pemasangan antene televisi terlalu tinggi sehingga bisa mendekati atau menyentuh jaringa listrik.
  8. Jangan pernah mencoba mencantol listrik, mengutak-atik KWH Meter atau menggunakan listrik secara tidak sah.
  9. Biasakan bersikap hati-hati, waspada dan tidak ceroboh dalam menggunakan listrik.
  10. Jangan pernah bosan untuk mengingatkan anak-anak kita agar tidak bermain layang-layang di bawah/dekat jaringan listrik.

Kompas Klasika/ Senin, 23 Juni 2008

Cara Mudah Memilih Beras Berkualitas Baik

Sebagai makanan pokok yang dimakan setiap harinya, Anda tentu mengharapkan beras yang wangi, pulen serta enak. Walaupun sama-sama putih, ternyata tak semua beras yang ada di pasaran memiliki kualitas yang sama.

Untuk mendapatkan beras dengan kualitas yang diinginkan, beras pandanwangi adalah salah satu yang memenuhi persyaratan tersebut. Namun dalam memilih beras khususnya pendanwangi, ada baiknya jika Anda lebih selektif karena yang murni hanya dihasilkan di 4 kecamatan sebagian wilayah Cianjur.

Ciri fisik yang paling kentara dari beras pandanwangi yang asli adalah teksturnya yang bulat besar, ada garis putih di biji beras, warna putih kelabu tidak mengkilap, rasanya pulen, enak dan wanginya lembut tidak tajam seperti parfum, dan dalam keadaan dingin pun nasinya tetap kenyal dan lembut.

Ini karena asal asli sawah pandanwangi dari area pegunungan yang sejuk dengan ketinggian lebih dari 500 m di atas permukaan air laut, emngandung tanah regina bekas gunung berapi di mana kandungan mineral organiknya paling tinggi sehingga keunggulannya tidak dapat disamai oleh beras lain.

Itu sebabnya hasil penelitian IPB dari praktik pengoplosan beras dengan label Pandanwangi sering kali membuat konsumen kecewa. Ini terjadi karena didapati isi kemasan teresebut bukan pandanwangi murni tetapi dioplos dengan varietas lain yang bentuk fisiknya mirip lalu disemprot dengan senyawa aromatik agar wangi.

Yang lebih menyedihkan lagi, ditemukan adanya penggunaan klorin untuk mempercantik penampilan beras, formalin sebagai pengawet agar tidak mudah reput, serta Nitrofurazone sebagai antibiotik pelapis beras agar cantik. Ini berakibat tidak terkendali dalam jangka panjang hingga menyebabkan penyakit kronis.

Bahkan menurut Djoko Said Damardjati selaku Dirjen P2HP Departemen Pertanian, praktik pemalsuan beras berlabel khususnya pandanwangi berpotensi merugikan konsumen hingga Rp 1 triliun per tahun.

Oleh karena itu, untuk melindungi konsumen, area asli pandanwangi di Warungkondang ini telah dilindungi Departemen Pertanian dengan Sertifikasi Jaminan Varietas. Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 163/Kpts/LB.240/3/2004 tentang Pelepasan Galur Padi Sawah Lokal Pandanwangi Cianjur sebagai Varietas Unggul dengan nama Pandan Wangi dan merek Internasional Beras Pandanwangi Xiang (Wangi) Mi (Beras).

Dengan kecermatan Anda dalam memilih beras, tentu hal-hal yang merugikan tersebut bisa dihindari. Demi kesehatan, pilihlah hanya yang terbaik untuk konsumsi tubuh Anda.

Kompas Klasika / Jumat, 6 Juni 2008