Friday, June 4, 2010

Tips Mencegah Bahaya Listrik


Sejak lampu pijar ditemukan Thomas Alfa Edison, dunia semakin terang dan semarak di malam hari. Akhirnya, aneka kegiatan dapat dilakukan di malam hari. Berbagai industri pun berkembang karenanya.

Kegiatan industri di berbagai sektor, rumah sakit, pusat perbelanjaan, sekolah, perkantoran, bahkan rumah tangga sangat tergantung listrik, walaupun dalam kondisi tertentu seperti listrik mati fungsinya bisa dialihkan pada genset.

Teknologi yang semakin berkembang dan merambah hingga ke peralatan rumah tangga, membuat listrik semakin menjadi primadona. Ada AC, kulkas, kompor listrik, oven , fan, penanak nasi listrik, dan lain sebagainya. Memudahkan dan praktis, namun tetap beresiko jika perawatannya diabaikan. Apalagi jika di rumah Anda ada anak usia balita.

Oleh karena itu, agar listrik tetap aman dan nyaman digunakan, ada beberapa tip dari PT PLN yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

  1. Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik.
  2. Gunakan pemutus arus listrik (sekering) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi.
  3. Kabel-kabel listrik yang terpasang di rumah jangan dibiarkan ada yang terkelupas atau dibiarkan terbuka.
  4. Jauhkan sumber-sumber listrik seperti stop kontak, saklar dan kabel-kabel listrik dari jangkauan anak-anak.
  5. Biasakan menggunakan material listrik, seperti kabel, saklar, stop kontak, steker (kontak tusuk) yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia)/ LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan)/ SPLN (Standar PLN).
  6. Pangkaslah pepohonan yang ada di halaman rumah jika sudah mendekati atau menyentuh jaringan listrik.
  7. Hindari pemasangan antene televisi terlalu tinggi sehingga bisa mendekati atau menyentuh jaringa listrik.
  8. Jangan pernah mencoba mencantol listrik, mengutak-atik KWH Meter atau menggunakan listrik secara tidak sah.
  9. Biasakan bersikap hati-hati, waspada dan tidak ceroboh dalam menggunakan listrik.
  10. Jangan pernah bosan untuk mengingatkan anak-anak kita agar tidak bermain layang-layang di bawah/dekat jaringan listrik.

Kompas Klasika/ Senin, 23 Juni 2008

No comments:

Post a Comment